Tuesday, October 15, 2013

Riddle Chapter 3 : Sang Detektif

Pertemuan dengan ramona benar-benar tidak kuduga hingga membuatku melamun selama perjalanan.

“bagi yang ingin turun di halte jalan orchid, harap bersiap-siap”

Lamunanku tersadar sesaat setelah pak kondektur berkata halte berikutnya adalah halte jalan orchid. Jarak dari halte orchid ke kantor detektif harry masih cukup jauh, namun halte inilah yang rutenya terdekat.

“Yosh, anak muda semoga harimu menyenangkan J

Dengan senyuman dan sapaan yang ramah dari sang kondektur, aku pun turun di halte orchid.

*tuuutt (dering sms dari viona)
Ven, semoga harimu menyenangkan ya ;)Jangan lupa janjimu nanti sore ya, riddle kun JNb: jika kau lupa, J J

Dua emoticon senyuman di pesan singkat itu kelihatan mengerikan. Seperti seorang killer bertopengkan vendetta yang selalu tersenyum.

“haduhh, gawaaattt memangnya nanti sore aku ada janji apa sama viona???”
“wah gawatttt, hari semakin siang. Masalah viona biar kupikirkan nanti saja. Sekarang harus segera ke kantor detektif harry”

Jam menunjukan pukul 07.45, aku berlari sekencangnya agar tidak terlambat di hari pertamaku bekerja.

“yup, satu belokan didepan adalah kantornya yoshh”

Tiba-tiba muncul seseorang dari belokan tersebut, sontak membuatku terkejut dan sulit untuk menghindarinya

*buggghhh
“eetttt eeeetttt aduh maaf tuan, saya sedang buru-buru, maafkan saya yang tidak memperhatikan jalanku”

Orang itu tak mempedulikanku, ia sibuk membereskan barangnya yang tercecer akibat tabrakan tadi.
“tuan, biar saya bantu membereskannya ya, anggap saja ini sebagai permintaan maafku”
“TIDAK USAH”
Jawaban ketus darinya dengan nada marah yang aku dapatkan, aku mencoba tenang dan sedikit ramah padanya.
“anu, tuan apakah anda tidak merasa kepanasan dengan jaket panjang seperti itu, lagipula hari ini begitu cerah”
“ini bukan urusanmu, anak muda”

Eh, bahkan keramahanku pun ia tolak, emosiku sempat naik. Namun orang itu langsung bangkit dan pergi begitu saja dari hadapanku.

“fuhh, orang macam apa dia. Dibantu malah menolak ckckck”
“eh, kemana dia?? Cepat sekali jalannya”
“hmm, bajuku jadi dipenuhi bubuk putih begini, apa ini tepung??”

Kukebasi serbuk putih yang menempel di bajuku. Sambil berjalan menuju kantor.

“eits, tunggu, rasa-rasanya aku mengenal bubuk ini”
“astaga, OPIUM!!!”
“iya aku ingat, saat di akademi dulu aku diajarkan untuk mengenal benda-benda seperti ini, ya aku yakin tidak salah lagi, ini OPIUM”
“shit pergi kemana dia!! Sial aku kehilangan jejaknya”

Orang misterius itu menghilang di kerumunan.

“sebaiknya, aku segera kekantor detektif”

Sembari berjalan kembali menuju kantor, disepanjang jalan aku terus berpikir atas kejadian yang barusan. Tapi tunggu aku menemukan sesuatu.

“sebuah kartu??  Dengan gambar jamur berwarna biru??”
“apakah lelaki barusan yang menjatuhkan kartu ini?? entahlah”

Kuambil kartu itu, mungkin ini adalah sebuah petunjuk yang penting dan berharga. Dan akhirnya sampai juga dikantor sang detektif, kantornya tidak begitu besar bisa dibilang lebih mirip ruko daripada disebut sebagai kantor seorang detektif hahaa. Apa mungkin pekerjaan sampingannya adalah seorang pedagang kelontongan?? Ah entahlah, hahaa.

Akhirnya saat ini tiba juga, ku ketuk pintu depan dan sejurus terdengar sahutan dari dalam mempersilahkan ku masuk. Hatiku masih berdebar-debar, masih penasaran seperti apa sosok seorang detektif harry sebenarnya. Kuputar gagang pintu, perlahan pintu terbuka. Suasana dalam kantor begitu gelap dan berdebu. Dipojokan ruangan banyak laba-laba membuat sarangnya yang begitu artistik. Dan wushhh angin pelan berhembus kearahku membuat bulu kudukku merinding.

“hei anak muda”
“aaaaaahhhhhhh tidaaakk tiidaakkk”

Aku menutup mata dan menyilangkan tanganku. Kantor macam apa ini kataku dalam hati.

“hei, sadarlah nak”

Seorang wanita paruh baya menyadarkanku dari halusinasi abnormal yang sering kualami. Sambil mengusap-usap kepalaku, dia tersenyum kecil.

“oh kepalaku pening, apa yang terjadi?”
“tadi kulihat kau membuka pintu sambil melamun, dan terdiam mematung makanya aku kesini buat menyadarkanmu, nak”
“oh ya, terima kasih miss, sejak kecil aku memang sering mengalami sindrom ini, maafkan aku hee”
“oh begitu, oh ya aku cassidy, assisten pribadi detektif harry sullivan”
“namaku ven, ven riddle. Orang baru yang ditugaskan bersama detektif harry mulai hari ini”
“selamat bergabung ven, semoga kau terbiasa dengan suasana kantor ini J

Miss cassidy, asisten harry yang ramah dan kelihatannya ia wanita yang mandiri. Umurnya berkisar 30an menurut analisaku sih, dengan kacamata dan dress resminya membuatnya terlihat profesional.

“mari duduk ven, sebentar aku akan membuatkan minum dulu, mau teh atau kopi, ven??”
“teh saja miss cassidy”

Sembari menunggu miss cassidy selesai membuat minuman, kuamati seluruh ruangan kantor. Begitu sederhana dan tidak begitu banyak aksesoris menghias ruangan ini hanya beberapa rak lemari arsip dan beberapa meja kerja tanpa penghuni.

“ven, pasti kau merasa heran dengan kantor ini kan??”
“sejujurnya iya miss cassidy, ada pertanyaan yang ingin kutanyakan sejak awal aku masuk kesini”
“duduklah dulu, oia kau tidak perlu panggil nama lengkapku ven, cukup panggil saja aku casey, harry pun sering memanggilku dengan nama itu” 
“baik miss casey, aku sangat heran dengan kantor ini, bagaimana bisa seorang detektif terkenal sekelas harry sullivan berkantorkan seperti ini, miss casey dimana staf yang lain??”
“hmm ya ini, kau sedang melihatnya ven”
“hah?? Maksudmu, hanya engkau seorang kah??”
“ya ven J, seperti yang kau lihat. Tidak ada staf lain kan disini”
“tunggu tunggu dulu, aku masih bingung miss, mengapa harry hanya mempunyai seorang staf saja, kupikir itu tak cukup, apa ada alasan dibalik itu, miss??”
“hiii... kau akan segera mengetahuinya ven, oia segeralah temui harry diruangannya, dia sudah menunggumu dari tadi, aku akan melanjutkan pekerjaanku, mari ven”

Miss casey kembali ke meja kerjanya, baiklah aku akan segera ke ruangan sang detektif. Aku ingin tahu seperti apa sosok harry sullivan sebenarnya. Karena aku hanya mengenalnya lewat layar kaca, saat dia memecahkan sebuah kasus dengan cara yang keren dan karismatik. Dan juga untuk mengetahui jawaban yang tidak dijelaskan miss casey kepadaku barusan.

“yup ini dia ruangannya”  *hosh hosh kuhirup napas dalam-dalam
Kubuka perlahan pintu ruangan itu, kugigit bibirku agar memastikan diriku tak mengalami sindrom halusinasi itu lagi. Terdapat sebuah meja dan sebuah kursi yang menghadap kebelakang. Seperti difilm-film pasti setelah aku masuk, dia akan memutar kursinya dengan cerutu yang masih menyala dan mengucapkan kata-kata yang keren.

“hmm, permisi tuan harry”
*krik krik krik
“eh?? Tak ada jawaban?”

             Kudekati kursinya, walah ternyata dia tertidur di kursinya dan apa itu?? Cerutunya masih menempel dimulutnya, bagamana bisa ia tertidur dengan kondisi masih menghisap cerutu?? Dan tiba-tiba...
*pluk wuiissshhh
cerutu nya jatuh dan mulai membakar bajunya, sontak ia terbangun dan berteriak begitu kencangnya.
“kebakaran, semuanya cepat evakuasi diri kalian. Ini kondisi darurat”
“oi oi tuan, kau lah yang harusnya segera diselamatkan, BAJUUUMUUU TERBAKAARR!!!!”
“HOWALAAAHHH OUCH OUCH OUCH, CEPAT AMBIL APAR ITU NAK”

Kuambil apar dipojokan ruangan, kutarik tuasnya dan kusemprotkan kearah bajunya yang terbakar.
*jussshhhh jussshhhh jussshhh
Karena panik semburan gasnya menjadi tidak beraturan, akupun terpeleset hingga menabrak rak buku dibelakangku dan #gubrakk sebuah benda keras jatuh dari rak dan menghantam kepalaku.

“ven, akhirnya kau sadar juga, syukurlah”
“miss casey, apa yang barusan terjadi?? Ouch ouch kepalaku sakit”
“hiihii barusan kepalamu kejatuhan benda berat dari rak harry”
“dimana detektif?”
“oh dia sedang mengganti bajunya yang tadi terbakar, gimana ven?”
“gimana apanya miss??”
“kau sudah dapat jawaban dari pertanyaanmu??”

Hahaa aku baru tersadar, ternyata jawaban pertanyaanku sudah terjawab dari kejadian yang barusan menimpaku. Dan aku tahu alasannya, dibalik sosoknya yang keren, ternyata harry sullivan orang yang ceroboh, hadeuh....

Dan pasti harry sullivan tidak mau banyak orang yang tahu soal ini, jadi terjawablah mengapa hanya miss casey seorang dikantor ini yang menemaninya hahaa sungguh detektif yang aneh.
Oia, kalau tahu begini kenapa dulu aku begitu mengaguminya ya?? Entahlah, walaupun begitu aku tetap menjadi pengagumnya. Dia tetaplah sosok detektif hebat bagiku.


Wise Message :
No body’s perfect

“Jika engkau menyukai seseorang, berarti kau juga harus menerima segala kelebihan dan kekurangannya, karena dengan begitu saat engkau melihat kekurangannya, engkau akan tetap menyukainya”

No comments: